Awalnya, sebelum masuk dunia arsitektur, saya melihat dunia arsitektur hanya sebagai seni bangunan saja.  Kemudian pada saat kuliah pandangan ini mulai berubah. Dunia arsitektur ternyata lebih luas. Tidak lagi sekedar bangunan belaka, melainkan lingkungan alam-binaan dimana bangunan itu berada hingga lingkungan manusianya. Namun, semuanya berakar dari dua aspek yakni ruang dan waktu.

Setelah berkecimpung dalam dunia praktisi arsitektur, ternyata pandangan saya tentang dunia arsitektur semakin berkembang. Tak lagi berhenti pada ruang dan waktu. Ber-Arsitektur adalah bagaimana kita memberikan sebuah pengalaman ruang terhadap pelaku yang dikorelasikan dengan waktu.

Ibarat  sebuah tanaman. Awalnya hanya berupa benih saja, muncul dahan dan daun yang masih muda. Hingga saat tanaman ini mulai tumbuh besar, dahan dan daunnya mulai lebat. Orang pun mulai dapat merasakan keberadaannya. Dan apabila tanaman ini mulai berbunga bahkan berbuah. Orang  pasti akan bersuka-cita dengan keberadaannya.

 
     
   
   
   
     
   
   

| Home | Philosophy | Profile | Project | Essay | Contact

copyright reserved by choirul firmansyah  |  2007